Rabu, 25 Desember 2013

Relationship 690 Kilometer


Disclaimer : I am bad in English, so if there is a sentence that doesn’t match please understandable.
 
This day, December, 25. Precisely 2 years my relationship with my girl now. Good times and the bad times came to us. I never have a planned to through this two years with her. I just followed the wind has blown. We never planned about future together. I guess me and her have a great different, i don’t mean this is about our age. Ok, she's a year older than me. But, i mean i am too selfish. Book, music, movie and my modification bike project spend almost all my time, but i may be angry if she not have many time when i was done take care my job. I made a many rule of this relationship and i am sure, it make her felt so not happy with that. Occasional certainly we fight because it. Moreover we separated 690 kilometer distance. I am in Bogor and she in Ponorogo. Maybe just love that make us stand.

I felt no one thing that make we both look same, she don’t have musical taste like me. She never heard Social Distortion, The Smiths or Velvet Underground. She was good in math and i am so bad with calculate. She interest in traveling and i don’t, i define travelling that do by human contribute most of nature destruction. For example they leave a many rubbish in around areas. But she always has a many opposite opinion, she says that travelling will make us close to the nature. But i and her realize all of them make us learn each other, make us more mature in future.

I seldom to call her, but she’s always took to call me twice or three times a week. To share her story to me. Although sometimes I'm not a good listeners. And every day i always text her, ask what her doing, remind to pray and eat and sometimes some joke. We often fight at the telephone, about the things we do not understand. But a few moments later she will be spoiled exceed a small baby. In a several times she was engaged me to her university, visit her class, met her friends. 

Lately somehow we do some plan, we have to discuss about marriage, a baby, and become a family. Ok, nevermind maybe is the time to make a plan. I’ll turn 21 several month again, and she will turn 22, on october. We planned three or four years later we can go together tied with knot. 

Ok, two years and i still have some hope to us. I wish we can more understand each other, i wish we can forgive and forget each other if there any mistake. I just yours now and forever i hope. Absolutely, I was too afraid to lose you.

And baby the last question, Are you having fun ?

Senin, 16 Desember 2013

Soe Hok Gie, 44 Tahun Sudah

Beberapa hari yang lalu akhirnya saya memutuskan untuk mengulang kembali menonton film GIE  garapan Riri Riza. Saya kembali mengingat sosok idola saya Soe Hok Gie. Saya rindu sosok-sosok seperti Soe pada masa sekarang yang berani berkata sepedas ‘Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau’. Soe mencari kebenaran melaluli perlawanan (pemberontakan) yang dilakukannya. Saya sempat berfikir apa yang akan Soe lakukan jika dia hidup pada masa sekarang. Tulisan seperti apa yang akan dia hasilkan.

Hari ini tepatnya 44 tahun Soe Hok Gie meninggal setelah menghirup asap di Gunung Semeru. Saya hanya menolak untuk lupa untuk seorang yang berada di garis depan menetang tiran pada masa itu. 



Minggu, 08 Desember 2013

Tinggalkan ini Sekarang


Saya baru menyadari bahwa Desember telah datang, dan meninggalkan November. Ini juga waktu yang tepat untuk menyudahi mendengarkan November Rain. Dan mengingatkan bahwa Desember tak selalu ramah bagi saya, kecuali bulan Desember 2 tahun lalu. Selalu saja saya akan merasa bosan melihat toko-toko yang memasang tulisan ‘End Year Sale’ dan konser-konser musik mainstream penutupan tahun. Desember selalu menyimpan sesuatu yang tersimpan rapi di pojok ingatan. Ingatan sepanjang tahun ini, bahkan yang saya ingat hanyalah luka dan kekecewaan. Mungkin saya orang yang tidak bisa bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan.

Rabu, 13 November 2013

Terimakasih, Ayah! dan Kompilasi Ini


Dia adalah pahlawan yang tak pernah diakui oleh dunia, yang tak pernah dicatat dalam buku sejarah, dan anugerah terindah yang kudapat dari Tuhan. Pria yang membuatku mengerti dunia ini, mengajarkanku tentang hal tak pernah kumengerti sebelumnya. Menguatkanku menghadapi dunia yang tak adil ini. Memberikan cintanya yang tulus yang tersirat dari sorot matanya. Saya ingat waktu kecil beliau mengajarkanku membaca surat Al-Fatihah, menceritakan cerita sebelum tidur dan terbangun di malam hari untuk membenarkan selimutku. Selama hidup mungkin tak akan pernah cukup untuk membalas apa yang telah beliau lakukan. Dad, sorry for too much moan that i have do. Kompilasi ini saya buat sebagai ungkapan respek saya kepada beliau. Dan juga untuk sekedar mengingatkan Hari Ayah Indonesia yang jatuh kemarin tanggal 12 November.

Senin, 28 Oktober 2013

The Day We Lost Lou Reed


Dunia telah kehilangan salah satu penulis lagu terhebat. Ketika membaca berita tadi pagi saya sama terkejutnya dengan jutaan penggemar The Velvet Underground lain. Lou Reed menghembuskan nafas terakhirnya pada Sunday Morning 27/10 (waktu setempat). Mendengar itu saya langsung teringat pada album pertama mereka yang dirilis pada 12 maret 1967 dimana track pertama dalam album ini bertitel Sunday Morning yang ditulis sendiri oleh Lou Reed bersama John Cale. Entah kebetulan atau apa, lirik lagu ini pada pertengahan lagu berbunyi

Selasa, 22 Oktober 2013

Mendengarkan Musik Tong Teng Tong Teng

Akhir-akhir ini saya memang aneh, pikiran sering menerawang kemana-mana, terlalu senang makan bayam, yang terakhir adalah menemukan sekaligus mendengarkan sebuah band bernama Captain Beefheart and His Magic Band. Ini buruk, apakah ini sebuah kelainan atau penyakit? Entahlah. Yang pasti setiap hari-hari saya kebelakang entah sengaja atau tidak saya selalu membuka winamp dan mendengarkan Moonlight On Vermont, Ella Guru, On Tommorow. Empat puluh enam tahun lalu, tepatnya pada bulan april. Don Van Vliet memulai debut album studio dengan label Buddah Record dan menjadi titik awal perjalanan karirnya. Berkolaborasi dengan The Magic Band, akhirnya mereka memakai nama panggung Captain Beefheart and His Magic Band. Don Van Vliet a.k.a Captain Beefheart sendiri adalah seorang composer andalan (jika tidak bisa disebut ganjil) sekaligus vokalis band merangkap sebagai pemain harmonika, Saxophone.

Sabtu, 14 September 2013

Menyimak yang Luar Biasa dari “Jadilah Legenda”


Lihat laut dan indahnya ombak gemulainya pohon kelapa
para gadis yang mulai menari kibarkan merah putih
Untuk Indonesia kita punya semua
Sribu budaya dan  kekayaan alam yang takkan terkalahkan
Untuk Indonesia jadilah legenda, kita bisa dan percaya


Penggalan lirik diatas seperti menegaskan sekaligus mengigatkan kita bahwa kita harus bangga dengan apa yang kita punyai dan kita punya segalanya yang kita butuhkan . Lagu yang sangat cocok dengan jiwa pecinta alam, dan yang pasti bukan lagu mendayu-dayu melayu yang tak mendidik. Pengambaran pesan akan kondisi alam yang S.I.D visualkan dengan jelas pada video klip lagu jadilah legenda merupakan wujud cinta mereka pada Indonesia dan alamnya. Dalam video klip lagu tersebut diperlihatkan kondisi lingkungan Indonesia yang indah. S.I.D akhir-akhir ini memang sering membuat lagu-lagu bertemakan lingkungan, itu merupakan ekspresi kecemasan mereka terhadap pembangunan dan kondisi lingkungan yang semakin mengalami degradasi. Anda pasti tahu kondisi sekarang ini yang semakin sering saat ini kita dengar isu-isu lingkungan yang semakin berkembang (berkembang dalam artian memburuk). Global Warming, situs radioaktif sudah ada pada tataran yang membahayakan kehidupan. Alam dirusak secara membabi buta oleh manusia sendiri.